Dosen MPGV UAD: Sinergitas Kolektif Menjadi Kunci Utama Akselerasi Sekolah Muhammadiyah Unggul

Transformasi sekolah dan madrasah Muhammadiyah menuju lembaga pendidikan yang kompetitif memerlukan sudut pandang baru yang berbasis pada kolaborasi lintas sektor. Dosen Magister Pendidikan Guru Vokasi Universitas Ahmad Dahlan (MGPV UAD) mengemukakan bahwa sinergitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci utama dalam pengembangan sekolah di era disrupsi saat ini.
Dalam pandangannya, penguatan institusi pendidikan Muhammadiyah harus berpijak pada prinsip kolektif-kolegial. Sebagai Amal Usaha Persyarikatan (AUM), sekolah tidak boleh dikelola secara parsial atau individualis, melainkan harus terintegrasi dalam satu visi besar organisasi.
Empat Strategi Sinergi dalam Pengembangan Sekolah
Beliau merumuskan empat pilar sinergitas yang harus diimplementasikan oleh pengelola pendidikan Muhammadiyah:
-
Sinergi Kelembagaan: Pentingnya harmonisasi kebijakan antara Pimpinan Persyarikatan, Majelis Pendidikan, dan pihak sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih peran.
-
Sinergi Internal: Menciptakan lingkungan kerja yang solid antara kepala sekolah, guru, dan staf melalui komunikasi yang transparan dan visi yang sama.
-
Sinergi Sosial: Menggandeng orang tua dan masyarakat bukan hanya sebagai donatur, tetapi sebagai mitra strategis dalam mengawal kualitas pendidikan anak.
-
Sinergi Jejaring: Memanfaatkan ekosistem Muhammadiyah yang luas, termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk pendampingan riset dan inovasi pembelajaran.
Guru sebagai Pilar Profesionalisme dan Ideologi
Lebih lanjut, beliau menyoroti bahwa kualitas sekolah unggul sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Guru di sekolah Muhammadiyah mengemban amanah berat untuk menyeimbangkan antara profesionalisme akademik dengan penguatan ideologi Kemuhammadiyahan.
Membangun Budaya Mutu
Beliau juga menekankan pentingnya penerapan Budaya Mutu secara berkelanjutan. Sekolah dan madrasah didorong untuk terus melakukan tajdid (pembaruan) dalam metode pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan zaman.
Melalui sinergitas yang kuat, sekolah Muhammadiyah diharapkan tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga melahirkan lulusan yang memiliki karakter kuat, berdaya saing tinggi, dan memiliki loyalitas terhadap nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan.
Source: Suara Muhammadiyah


